Wednesday, April 8, 2020

TOJTRP dalam menulis bersama P Akbar Zainudin

RESUME KELAS MENULIS ONLINE BERSAMA OM JAY
Minggu, 5 April 2020
19.00 - 21.00


PERHATIKAN MANAJEMEN ANDA DALAM MENULIS !

  Bersama : Pak Akbar Zainudin
Penulis buku Man Jadda Wajada.





Dalam imajinasi saya, Pak Akbar adalah sosok muda yang ulet, kreatif, dan berhasil. Bagaimana tidak, di umur beliau yang sekarang, beliau telah menjadi seorang penulis sukses dan telah berhasil berkeliling dunia dengan bukunya tersebut.

Tentu saja kesuksesan beliau tidak lepas dari kerja keras dan keuletan yang pantang menyerah dalam menulis hingga menelurkan buku. Prestasi yang patut dilirik untuk dicopy kiat suksesnya.

Pada malam itu, Om Jay berhasil mengundang Pak Akbar untuk menjadi narasumber dalam Group Belajar Menulis Gelombang 8 pada hari Minggu, 5 April 2020 pada pukul 19.00 - 21.30. SOSOK SUKSES YANG TIADA PELIT UNTUK BERBAGI.. 

"Saya akan ngobrol tentang proses penulisan buku mulai dari ide sampai ke penerbit. Penekanan ada pada langkah menyerahkan naskah ke penerbit", ungkap Pak Akbar dalam membuka materi. 

Selanjutnya, dalam video yang beliau share lewat  https://youtu.be/Pvq2dqyWNcQ, bahwa ada enam langkah menerbitkan buku yang saya singkat menjadi TOJTRP.

Penjelasannya sebagai berikut:
  • TEMA          : Gambaran apa yang akan kita tulis
  • OUTLINE    : Gambaran besar buku (Daftar Isi)
  • JADWAL     : Perencanaan target waktu
  • TULISKAN : Disiplin menulis draft menepati jadwal yang telah ditentukan
  • REVISI        : Setelah penulisan draft semua selesai, revisilah data dan informasi, tata Bahasa, 
                           gaya Bahasa, dan judul
  • PENERBIT  : serahkan pada penerbit, setelah mengetahui gaya selingkung dan syarat-syarat                            lain. 

Dalam sesi tanya jawab, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Beberapa pertanyaan terangkum sebagai berikut.

Dalam menulis, Pak Akbar berpesan agar sebaiknya kita mengarah pada satu tema saja untuk mewujudkan personal branding. Boleh saja 2 atau 3 tema, masih ada keterkaitannya.
Tema buku ada yang "abadi" dan seasonal. Tema abadi misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Tema-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Sedangkan buku untuk season tertentu msalnya ketika akan ada Pemilu maka buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan.


 Dalam membuat Outlilne, kita harus membedakan antara naskah Fiksi dan Non Fiksi. 
Outline naskah fiksi sebagai berikut:
  1. Tokoh
  2. Karakter tiap tokoh
  3. Alur atau plot cerita
  4. Klimaks dan ending cerita 

Sedangkan naskah Non Fiksi memiliki outline seperti berikut:
  1. Opening/pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan.
  2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick)
  3. Kesimpulan dan Penutup
Outline merupakan gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Jika outline berubah, maka jadwal penulisannya juga ikut dirubah. 
Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline, kita meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya ide tulisan.

Ketika kita mengatur daftar isi dan jadwal, maka kita telah memiliki target menulis, misalnya satu minggu satu artikel. Jika ditengah jalan tergoda untuk memikirkan satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar.
Yang terpenting tetap fokus pada target

Menulis adalah keterampilan, semakin sering dilatih maka hasilnya akan semakin bagus. Pak Akbar sudah hampir 30 tahun menulis sejak beliau kelas 2 SMP. Dengan meluangkan waktu 50 - 60 menit dalam sehari untuk menulis, maka kita secara tidak sadar akan memiliki kualitas tulisan yang bagus. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam.Yang penting, konsisten SETIAP HARI.
Kendala yang paling besar bagi penulis pemula adalah rasa malas. Kita bisa mencoba melawan rasa malas dengan terus berlatih. Pasti tulisan kita akan jauh lebih baik diwaktu setahun mendatang.

Menulis itu:..
  1. Yang paling dikuasai
  2. Yang paling disenangi

 Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress.

Dalam menulis judul, Pak Akbar membagi tips agar judul menjadi menarik:
  1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian" dan sebagainya.
  2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
  3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul

Setelah selesai proses pengeditan, maka naskah buku kita serahkan pada penerbit. Naskah yang telah masuk ke penerbit, ada yang dikembalikan ada yang tidak. hal tersebut akan diberitahukan baik melalui email maupun telepon.
Jika naskah ditolak, perlu langkah revisi lagi, lalu kirimkan lagi ke penerbit yang sama atau penerbit yang lain. Pertimbangan utama penilakan naskah oleh penerbit adalah bisnis, bukunya laku atau tidak. Dengan ketidaktercukupinya segmen pembeli. artinya secara bisnis tidak menguntungkan.

Tidak terasa waktu semakin larut...












No comments:

Post a Comment

PROGRAM BUDIDAYA JAHE MERAH MEDIA CHOCOPEAT

  PROGRAM BUDIDAYA JAHE MERAH MEDIA CHOCOPEAT Oleh: Wiji Indayati –SMP Negeri 3 Sumbermanjing Wetan CGP Angkatan 2 Kabupaten Malang   ...