RESUME KELAS MENULIS ONLINE BERSAMA OM JAY
Kamis,
9 April 2020
19.00
– 21.00
Bagaimana Menulis Kata, Kalimat,
dan Paragraf ?
Imam Fitri Rahmadi
Lecturer
at Universitas Pamulang Indonesia | PhD student at Johannes Kepler Universität
Linz Austria | awardee of the Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP)
managed by OeAD-GmbH | working on Mobile Microgames for STEAM Education
Pada malam ini, Om Jay mengundang Pak Imam Fitri Rahmadi,
salah satu penulis aktif dan
berprestasi. Dalam sesi perkenalan,
beliaumenjelaskan bahwa beliau aktif menulis dalam blognya https://tigabelase.wordpress.com. 2
buku belaiu pernah diterbitkan oleh Elex
Media Komputindo ketika masih kuliah S1 di UIN Jakarta (2018-2013). Ketika
mulai menjadi dosen di Universitas Pamulang (2017), beliau mengelola jurnal,
menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan penulisan
akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke luar negeri.
Pertemuan dibuka oleh Om Bams selaku moderator. Percakapan
group diatur hanya admin saja yang bisa memberi komentar. Jika peserta memiliki
pertanyaan, maka pertanyaan bisa dikirimkan secara pribadi kepada Om Bams,
selanjutnya beliau yang akan menyampaikan ke group. Hal tersebut bertujuan agar
proses perkuliahan online berjalan lancar.
Setelah berkenalan, Pak Imam menyampaikan scenario
pertemuan. Selama 120 menit pertemuan, beliau membagi menjadi 3 bagian, (1) 30
menit: membaca materi, (2) 60 menit: diskusi atau tanya-jawab materi, dan (3)
30 menit: latihan menyusun paragraph.
Pada sesi membaca materi, Pak Imam telah menyiapkan tulisan
khusus di https://tigabelase.wordpress.com/2020/04/06/dasar-menulis-kata-kalimat-dan-paragraf/
Dalam tulisan tersebut beliau menjelaskan tentang dasar
menulis, meliputi: pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf.
Pada sesi tanya jawab, banyak sekali pertanyaan yang
disampaikan oleh peserta. 60 menit waktu yang dialokasikan untuk diskusi pun
terlampaui. Sehingga beberapa pertanyaan peserta dijawab oleh Pak Imam sampai
pukul 22 lebih. Semangat Pak Imam…
Sesi latihan pun juga dilakukan diluar pertemuan.
Beberapa hasil diskusi terangkum sebagai berikut:
1.
Proses dan rahasia kreatif yang saya lakukan
adalah dengan membaca. Inspirasi itu secara ilmiah bukan berarti ditemukan
dengan merenung di bawah pohon atau duduk di pinggir danau sambil melamun. Jika
anda ingin menulis, berarti harus banyak baca dulu. Memperbanyak input sebelum
outputnya ditulis.
2.
Hambatan terbesar adalah mencari Niche alias
topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang lain. Saya lebih sudah
menyebutnya sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti, tantangannya adalah mencari
reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3.
Literasi digital generasi milenial masih sangat
minim. Gerakan literasi digital di Indonesia sudah banyak yang mengarah ke
penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi, dan lainnya. Justru yang
kurang adalah literasi digital untuk keperluan akademin sebagai bekal generasi
milenial untuk belajar di era digital. Belum ada gerakan literasi digital yang
mengarah ke situ. Tahun kemarin saya meneliti literasi digital untuk keprluan
akademik bagi mahasiswa generasi milenial dengan hibah PDP Dikti. Senang jika
ada yang meneruskan penelitian itu.
4.
Tips memilih konjungsi yang tepat untuk menghubungkan
setiap kalimat dlm satu paragraf dan bagaimana menghubungkan antar paragraph
Konjungsi antar
kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya. Sedangkan, konjungsi antar
paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya. Gambaran besar struktur sebuah
artikel seperti pada gambar.
Struktur
artikel terdiri dari: pendahuluan, isi, dan kesimpulan.
Jika ditarik garis-garis, semuanya berkaitan. Mulai dari
judul, pendahuluan hingga kesimpulan. Dalam pendahuluan, penulis mencantumkan
thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung
beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per
satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel nyambung semuanya.
Kemudian, terkait menyambungkan antar kalimat, perlu
diketahui tentang ini dulu. Kalimat terbagi menjadi 4: pernyataan, pertanyaan,
perintah, dan seruan.
Jadi, dilihat, kalau kalimatnya
mengandung sesuatu yang kontras bisa gunakan konjungsi: namun, padahal, dan
lainnya.
5.
Diksi tidak perlu indah yang penting sampai pada
pembaca. Jadi, dalam memilih diksi sesuaikan dengan target pembaca. Diksi yang
terlalu tinggi itu justru membuat tulisan melayang dan tidak menyentuh ke tanah
(inflated words).
6.
Cara berlatih supaya kita pandai memilih atau
menempatkan kata-kata, sehingga menarik bagi para pendengar atau pembaca perbanyak
input.Perbanyak membaca
dulu sehingga kata-kata yang kita miliki akan semakin kaya. Jadi sebetulnya tolok ukur
pemilihan diksi yang paling penting adalah apakah diksi/kata yang dipilih
dipahami pembaca atau tidak.
7.
Dalam struktur paragraf yang lebih
lengkap, kalimat penjelas itu terbagi menjadi 2: 1) kalimat penjelas mayor; dan
2) kalimat penjelas minor. Kalimat penjelas mayor menjelaskan kalimat topik.
Kalimat penjelas minor menjelaskan kalimat penjelas mayor. Kemudian, diakhiri
dengan kalimat penutup bila diperlukan.
Kalimat penjelas itu juga
macam-macam. Bisa berupa fakta, alasan, contoh, data, dan lain sebagainya. Praktik
menulis paragraf yang tepat, sekiranya begini. Selalu tanyakan
"what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik
membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail
kenapa, maka jelaskan kenapanya. Jika apa dan kenapa tidak berfungsi, saatnya
berpikir alternatif dengan kata "jika". Yang ini agak susah dijawab
dengan tulisan. Namun, beberapa paragraf dalam tulisan materi saya ada juga
yang menggunakan alternatif kata "jika".
Paragraf yg baik dan menarik untuk dibaca
Paragraf yang baik dan benar harus memperhatikan koherensi dan kohesinya. Jika
keduanya terpenuhi, paragraf baik.
Koherensi berarti logikanya nyambung dari kalimat topik
hingga minor detailnya. Kohesi berati kata, diksi, konjungsi yang dipakai tepat
hingga mudah dibaca.
Setidaknya ada 2 model yang bisa
membantu Ibu bagaimana menyusun paragraf yang baik: Model pertama. P: kalimat
topik. E: penjelasan kalimat topik (major detail). E: bukti yang menjelaskan
major detai (minor detail) yang bisa berisi fakta, quote, data, atau contoh. L:
diakhiri dengan menyambungkan semuanya di penutup.
Model yang ke-2. C: klaim
sebagai pernyataan kalimat topik. P: bukti yang bisa anda berikan untuk
mendukun kalimat topik. dan R: kaitan keduanya sebagai kesimpulan atau penutup
jika diperlukan.
8.
Paragraf deduktif, induktif atau campuran?
Dalam teori penulisan akademik, supaya
paragraf mudah dipahami gunakan paragraf deduktif. Jadi, kalimat pokok selalu
di depan. Dalam penulisan artikel jurnal juga seperti itu. Penerapan paragraf
deduktif, induktif atau campuran, itu
hanya diaplikasikan dalam reading atau naskah bacaan untuk ujian bahasa atau
ujian sekolah.
Namun, praktek dalam menulis, yang banyak
digunakan adalah paragraf deduktif.
9. Pemilihan diksi
Ada 6 prinsip dalam
memilih diksi:
a. Pilih kata yang mudah dipahami
b. Gunakan kata yang spesifik dan kontekstual
c. Pilih kata yang paling kuat diantara pilihan
diksi yang ada
d. Lebih baik, tekankan pada penggunakaan kata yang
positif daripada sebaliknya
e. Hindari penggunaaan diksi yang tinggi secara
berlebihan
f. Juga hindari diksi yang terlalu jadul
Menyusun kalimat topik dalam sebuah paragraf
Membuat
outline dalam bentuk ceklist/penomoran : Pendahuluan, isi, dan penutup.

No comments:
Post a Comment