Thursday, April 16, 2020

Karya Inovasi dan Kualitas Diri bersama P Tri Agus Cahyono, M.Pd


Resume Kelas Menulis Online Bersama Om Jay
Rabu, 15 April 2020
19.00 – 21.00


KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI



Bersama : Tri Agus Cahyono, M.Pd
e-mail: 3agusgurdacil@gmail.com
Juara I INOBEL SD Bidang MIPA Tahun 2016


Pak Tri lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982. Beliau adalah seorang guru di SD Negeri Belik Tepus Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Sehari-hari beliau menempuh jarak 140km untuk pulang dan pergi dari rumah beliau di RT. 01 RW. 03 Menadi Kec./Kab. Pacitan Jawa Timur.

Pak Tri menamatkan pendidikan terakhir Program Studi Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat Cum Laude.
Prestasi yang telah diraih oleh Pak Tri adalah telah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai berikut:
  1. Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016.
  2. Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA;
  3. Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017
  4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018.
  5. Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019


Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool, ada 6 tahapan berfikir kognitif:
  1. Mengingat (C1)
  2. Memahami (C2)
  3. Menerapkan (C3)
  4. Menganalis (C4)
  5. Mengevaluasi (C5)
  6. Menciptakan (C6)


Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan2 tersebut.

Jangan sampai kita berinovasi tapi:
  1. Tidak tahu ilmunya
  2. Tidak paham maksudnya
  3. Tidak pernah menggunakan
  4. Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
  5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika ingin menciptakan karya inovasi maka kita harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.

Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

Cara belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar

Hal yang membuat Pak Tri tertarik melakukan inovasi pemeblajaran di kelas adalah rasa ketidakpuasan yang muncul setelah mengevaluasi pembelajaran C1 sampai dengan C5. Daya dan cipta muncul untuk menjawab ketidakpuasan tersebut.

Kunci membuat inovasi adalah APIK:
  1. Asli (tidak menjiplak)
  2. Perlu (benar-benar dibutuhkan)
  3. Inovatif
  4. Konsisten



Pada INOBEL SD Tahun 2016, Pak Tri berhasil menjadi Juara 1. Beliau membuat media bernama Planetarium Bekam. Media ini merupakan hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yg selama ini beliau gunakan yaitu globe. Bertahun2 menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi

Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi
Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit.
Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut
Kelebihan:
  1. Model yg paling sesuai
  2. Ada di sekolah
  3. Mudah digunakan
  4. ...dll

Kekurangan:
  1. Tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan. Meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas. Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Semisal Gerak semu harian matahari. Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi.
  2. Tidak  bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari sehingga menjadi sulit bagi anak maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar


Itu kendala yang harus diselesaikan oleh Pak Tri dikelas. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, beliau memanfaatkan kamera untuk mengambil foto dan video. Dan lahirlah karya yang berhasil mengantarkan beliau menuju ajang bergengsi.




Pada sesi tanya jawab, berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh Pak Tri.

  1. Karya inobel yang juara tidak selalu mengandung unsur TIK, tergantung kebutuhan. Karya manual sederhana namun idenya luar biasa akan melebihi karya yang berbasis TIK.
  2. Media yang dipertimbangkan oleh dewan juri Inobel bukanlah kelebihan dari sisi sifat tradisional atau modernnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan ide, dan kemudahan untuk digunakandan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit untuk ditiru atau dibuat oleh guru lain atau sulit diapllikasikan di daerah-daerah tertentu maka nilainya akan kurang.
  3. Kerjasama rekan-rekan guru dan kepala sekolah sangat dibutuhkan untuk perkembangan karier seorang guru. Apalagi ketika guru tersebut harus mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
  4. Syarat guru berdedikasi tahun 2016 adalah penunjukan dinas kabupaten/propinsi yang diambilkan dari Gupres (sekolah khusus) peringkat terbaik. Kalau 2019 adalah dengan pendaftaran melalui akun kesharlindung Dikdas dan rekomendasi Dikpora propinsi.
  5. Untuk inobel, minimalkan administrasi, lebih ke hal-hal aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyakan hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yg penting2 saja
  6. Karya tulisnya yg paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design). Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise.
  7. Karya yang bagus tidak dilihat dari multifungsinya tetapi pada unsur berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah.
  8. Cara membuat karya inovatif adalah dengan menerapkan APIK. Kunci inovasi adalah: menemukan baru atau menyempurnakan yang lama.
  9. Pendaftaran inobel adalah melalui seleksi karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yg menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine





Kesimpulan
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yg bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi FOKUS pada KOMPETENSI DIRI itulah yg akan memudahkan kita menemukan hal2/ide penting yg membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yg kita dapat, OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yg berkualitas.


Mari berinovasi ...


Tuesday, April 14, 2020

Menulis Artikel di Majalah Suara Guru bersama Dr. Jejen Musfah


Resume Kelas Menulis Online  Bersama Om Jay
Selasa, 14 April 2020
19.00 – 21.00


MENULIS ARTIKEL DI MAJALAH SUARA GURU PB PGRI



 bersama:
Doktor Jejen Musfah, Pemimpin Redaksi Majalah Suara Guru



Majalah Suara Guru adalah majalah yang berumur puluhan tahun, seumuran organisasi PGRI. Majalah ini dicetak sebanyak 5000 eksemplar yang kemudian dibagikan ke hamper 34 propinsi. Ada banyak ragam rubric yang dimuat dalam majalah ini, ada opini, resensi, sasttra, destinasi, dll yang majalahnya terdistribusi ke seluruh Indonesia.

Jika memiliki artikel, bisa dikirim ke majalah.suaraguru@gmail.com dengan syarat :
  • menyebutkan status dan foto
  • tulisan sesuai rubrik
  • diusahakan tentang bidang pendidikan mutakhir dan isu-isu hangat


Ketentuan artikel:
  • 1 orang bisa mengirimkan lebih dari 1 artikel
  •  Artikel dikirim dalam bentuk word
  • Artikel hasil penelitian bisa dimuat dengan catatan masih belum pernah dimuat di media lain dan masih relevan
  • Pengiriman artikel tidak dipungut biaya
  • Artikel yang sudah dimuat baik secara online di website PGRI dan di majalah PGRI tidak boleh dikirimkan ke media cetak lain.
  • Artikel yang diterima oleh tim akan melalui proses seleksi oleh tim
  • Pemberitahuan penerbitan akan diketahui di web atau akan dikirim link nya oleh tim
  • Proses penerbitan : Online  dlm hitungan jam terbit, Majalah 2 bulan skali


Ketentuan tentang opini:
  • tidak mengandung isu SARA
  • maksimal isi 1000 karakter


contoh majalah/artikel bisa dilihat di

Untuk keperluan dokumentasi kita bisa download yg versi online. Jika dibutuhkan bisa dibuatkan dan dikirim majalahnya ke penulis


Bagi sekolah yang ingin berlangganan Majalah PGRI (Pusat) bisa ke email di atas, nanti akan dihubungi oleh staf.

Untuk informasi-informasi lain bisa dilihat di http://suaraguruonline.com/category/bt/


MENULIS TANPA IDE, BAGAIMANA BISA? bersama Om Budiman

Resume Kelas Menulis Online  Bersama Om Jay
7 April 2020
19.00 - 21.30


MENULIS TANPA IDE, BAGAIMANA BISA?


Bersama : Om Budiman Hakim

Saya sengaja tidak merubah kalimat beliau, saya suka sekali dengan kalimat-kalimat beliau yang santai. Berikut materi dari Om Bud.


Bagaimanakah kita menentukan sebuah tulisan itu menarik atau tidak? Mudah saja. Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.
Jadi ketika membaca sebuah novel lalu pembaca menangis tersedu-sedu karena isinya menguras air mata maka novel tersebut dapat dibilang sukses.
Begitu juga kalo kita menulis buku humor, patokan bagus atau tidaknya gampang banget.
Cara menilainya cuma dengan 1 pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak.
Artinya ketika orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya. Jadi kata kuncinya adalah ‘EMOSI’.

Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu.

Sayangnya pelaksanaannya ternyata tidak semudah itu. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide. Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block.

Nah, untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan:
  1. Manfaatkan EMOSI
Cara tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini biasa saya sebut dengan CERPENTING singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting.



Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING.

Kalo kalian menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting.
Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting.
Ceritanya bisa macem-macem. Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa yang yang menggugah emosi kita. Misalnya yang punya anak kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Iya kan? Atau kita lagi naik motor terus keabisan bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke ATM.
Udah jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATMnya rusak. Ngeselin, kan? TULISKAN!

Atau mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN!
Terserah apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang menggugah emosi? TULISKAN!

Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget. Jika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya.

Gak usah mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan.
Menulis itu persisi kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu.

Berikut beberapa contoh cerpenting yang pernah saya tulis.


BACA BUKU LOMPAT-LOMPAT

Sedang asyik makan Ifumi di sebuah resto kecil di Senayan City, tiba-tiba seorang perempuan datang mengagetkan saya.
 “Om Bud. Wah, kok bisa ketemu di sini kita,” kata Indri. Dia adalah temen saya di industri periklanan.
 “Hey, Indri. Pakabar lo?” tanya saya lalu cipika-cipiki dengannya.
 Dengan cuek Indri langsung bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.”
 “Kok bisa bilang bagus? Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.
 “Belom, sih,” katanya, “Abis gue bacanya lompat-lompat.”
 Saya berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah nyelesainnya.”

“HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila lo!!!”


PERCAKAPAN DI SEBUAH BAR
 Saat itu saya sedang berada di sebuah kafe dan duduk di bar bersama Boni. Karena home band yang main gak bagus, akhirnya kami memutuskan untuk ngobrol aja ngediskusiin band-band yang kami suka.
 “Eh, Bon. Lo tau Superman is dead?” tanya saya.
 Di luar dugaan Boni menjawab,
 “Hah? Innalillahiiii….kapaaan????” tanya Boni.
 Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak abis mendengar omongannya

2. MEMANCING EMOSI

Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide.
Sepanjang pengalaman menulis, Om Bud menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide. Bunyinya begini,
"JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU."

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belom ada ide?
Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih. 'Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!!
Perlu ditekankan bahwa: IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING.
Persoalannya, cara mancingnya gimana? 

Caranya begini: Coba perhatikan sekeliling kalian.
Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera.
Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat.
Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.


Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna. Dia seorang penulis juga.
Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya.
Suatu hari dia mencoba memperaktekkan metode ini.
Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu.
Tapi sayangnya Kang Asep idenya lagi mandeg.
Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya.
Asep memandang ke sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya. Setelah itu dia menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
1. PRINTER
2. KERTAS
3. DINDING
4. AC
5. JAM
6. LAPTOP

Setelah itu, Asep mulai mengetik. Dia menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda tadi.
Dan beginilah hasilnya :

"PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."

Satu hal yang perlu dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan INDERA PENGLIHATAN.
Baru dari mata doang. Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya. Padahal kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide.

Meskipun belom punya ide. Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software WORDS. Taruh jemari kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide untuk ditulis. 
Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang.
Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang.
Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.
Silakan kalian memperaktekkan metode ini.  Kalo bisa semua mencoba ya?
Karena sebuah metode sulit dipahami kalo gak dipraktekin.

Dan benda-benda yang saya pilih adalah
Sepatu tua
Kasur
kulkas
Pintu
handuk
Pancuran

Tanpa membutuhkan waktu lama, mungkin cuma beberapa menit, terciptalah tulisan sebagai berikut ini:

Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.
 “Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
 Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.
 “Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
 “Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
 Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
 “I HATE YOU!!!!!!”””          
Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….

Buat yang ingin berlatih menulis, saya juga punya websitenya buat kalian memposting tulisan di sana.
Kalo kalian posting tulisan sebanyak 30 kali, bandingkan tulisan kalian yang pertama dan yang terakhir. Pasti terlihat kemajuannya.

Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.

Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak hal yang ditanyakan peserta pada sesi ini.


MARI MENULIS...



Friday, April 10, 2020

Menuls kata, kalimat, dan paragraf bersama P Imam Fitri R


RESUME KELAS MENULIS ONLINE BERSAMA OM JAY
Kamis,  9 April 2020
19.00 – 21.00


Bagaimana Menulis Kata, Kalimat, dan Paragraf ?


Imam Fitri Rahmadi
Lecturer at Universitas Pamulang Indonesia | PhD student at Johannes Kepler Universität Linz Austria | awardee of the Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) managed by OeAD-GmbH | working on Mobile Microgames for STEAM Education



Pada malam ini, Om Jay mengundang Pak Imam Fitri Rahmadi, salah satu penulis aktif dan   berprestasi. Dalam sesi perkenalan,  beliaumenjelaskan bahwa beliau aktif menulis dalam blognya https://tigabelase.wordpress.com. 2 buku  belaiu pernah diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ketika masih kuliah S1 di UIN Jakarta (2018-2013). Ketika mulai menjadi dosen di Universitas Pamulang (2017), beliau mengelola jurnal, menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan penulisan akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke luar negeri.

Pertemuan dibuka oleh Om Bams selaku moderator. Percakapan group diatur hanya admin saja yang bisa memberi komentar. Jika peserta memiliki pertanyaan, maka pertanyaan bisa dikirimkan secara pribadi kepada Om Bams, selanjutnya beliau yang akan menyampaikan ke group. Hal tersebut bertujuan agar proses perkuliahan online berjalan lancar.

Setelah berkenalan, Pak Imam menyampaikan scenario pertemuan. Selama 120 menit pertemuan, beliau membagi menjadi 3 bagian, (1) 30 menit: membaca materi, (2) 60 menit: diskusi atau tanya-jawab materi, dan (3) 30 menit: latihan menyusun paragraph.

Pada sesi membaca materi, Pak Imam telah menyiapkan tulisan khusus di https://tigabelase.wordpress.com/2020/04/06/dasar-menulis-kata-kalimat-dan-paragraf/
Dalam tulisan tersebut beliau menjelaskan tentang dasar menulis, meliputi: pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf.



Pada sesi tanya jawab, banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. 60 menit waktu yang dialokasikan untuk diskusi pun terlampaui. Sehingga beberapa pertanyaan peserta dijawab oleh Pak Imam sampai pukul 22 lebih. Semangat Pak Imam…
Sesi latihan pun juga dilakukan diluar pertemuan.

Beberapa hasil diskusi terangkum sebagai berikut:
1.      Proses dan rahasia kreatif yang saya lakukan adalah dengan membaca. Inspirasi itu secara ilmiah bukan berarti ditemukan dengan merenung di bawah pohon atau duduk di pinggir danau sambil melamun. Jika anda ingin menulis, berarti harus banyak baca dulu. Memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.
2.      Hambatan terbesar adalah mencari Niche alias topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang lain. Saya lebih sudah menyebutnya sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti, tantangannya adalah mencari reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3.      Literasi digital generasi milenial masih sangat minim. Gerakan literasi digital di Indonesia sudah banyak yang mengarah ke penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi, dan lainnya. Justru yang kurang adalah literasi digital untuk keperluan akademin sebagai bekal generasi milenial untuk belajar di era digital. Belum ada gerakan literasi digital yang mengarah ke situ. Tahun kemarin saya meneliti literasi digital untuk keprluan akademik bagi mahasiswa generasi milenial dengan hibah PDP Dikti. Senang jika ada yang meneruskan penelitian itu.
4.      Tips memilih konjungsi yang tepat untuk menghubungkan setiap kalimat dlm satu paragraf dan bagaimana menghubungkan antar paragraph


Konjungsi antar kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya. Sedangkan, konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya. Gambaran besar struktur sebuah artikel seperti pada gambar.
Struktur artikel terdiri dari: pendahuluan, isi, dan kesimpulan.
Jika ditarik garis-garis, semuanya berkaitan. Mulai dari judul, pendahuluan hingga kesimpulan. Dalam pendahuluan, penulis mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel nyambung semuanya.


Kemudian, terkait menyambungkan antar kalimat, perlu diketahui tentang ini dulu. Kalimat terbagi menjadi 4: pernyataan, pertanyaan, perintah, dan seruan.

Jadi, dilihat, kalau kalimatnya mengandung sesuatu yang kontras bisa gunakan konjungsi: namun, padahal, dan lainnya.


5.      Diksi tidak perlu indah yang penting sampai pada pembaca. Jadi, dalam memilih diksi sesuaikan dengan target pembaca. Diksi yang terlalu tinggi itu justru membuat tulisan melayang dan tidak menyentuh ke tanah (inflated words).

6.      Cara berlatih supaya kita pandai memilih atau menempatkan kata-kata, sehingga menarik bagi para pendengar atau pembaca perbanyak input.Perbanyak membaca dulu sehingga kata-kata yang kita miliki akan semakin kaya. Jadi sebetulnya tolok ukur pemilihan diksi yang paling penting adalah apakah diksi/kata yang dipilih dipahami pembaca atau tidak.

7.      Dalam struktur paragraf yang lebih lengkap, kalimat penjelas itu terbagi menjadi 2: 1) kalimat penjelas mayor; dan 2) kalimat penjelas minor. Kalimat penjelas mayor menjelaskan kalimat topik. Kalimat penjelas minor menjelaskan kalimat penjelas mayor. Kemudian, diakhiri dengan kalimat penutup bila diperlukan.

Kalimat penjelas itu juga macam-macam. Bisa berupa fakta, alasan, contoh, data, dan lain sebagainya. Praktik menulis paragraf yang tepat, sekiranya begini. Selalu tanyakan "what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail kenapa, maka jelaskan kenapanya. Jika apa dan kenapa tidak berfungsi, saatnya berpikir alternatif dengan kata "jika". Yang ini agak susah dijawab dengan tulisan. Namun, beberapa paragraf dalam tulisan materi saya ada juga yang menggunakan alternatif kata "jika".


Paragraf yg baik dan menarik untuk dibaca
Paragraf yang baik dan benar harus memperhatikan koherensi dan kohesinya. Jika keduanya terpenuhi, paragraf baik.
Koherensi berarti logikanya nyambung dari kalimat topik hingga minor detailnya. Kohesi berati kata, diksi, konjungsi yang dipakai tepat hingga mudah dibaca.
Setidaknya ada 2 model yang bisa membantu Ibu bagaimana menyusun paragraf yang baik: Model pertama. P: kalimat topik. E: penjelasan kalimat topik (major detail). E: bukti yang menjelaskan major detai (minor detail) yang bisa berisi fakta, quote, data, atau contoh. L: diakhiri dengan menyambungkan semuanya di penutup.
Model yang ke-2. C: klaim sebagai pernyataan kalimat topik. P: bukti yang bisa anda berikan untuk mendukun kalimat topik. dan R: kaitan keduanya sebagai kesimpulan atau penutup jika diperlukan.
8.      Paragraf deduktif, induktif  atau campuran?
Dalam teori penulisan akademik, supaya paragraf mudah dipahami gunakan paragraf deduktif. Jadi, kalimat pokok selalu di depan. Dalam penulisan artikel jurnal juga seperti itu. Penerapan paragraf deduktif, induktif  atau campuran, itu hanya diaplikasikan dalam reading atau naskah bacaan untuk ujian bahasa atau ujian sekolah.
Namun, praktek dalam menulis, yang banyak digunakan adalah paragraf deduktif.

9.      Pemilihan diksi
Ada 6 prinsip dalam memilih diksi:
a. Pilih kata yang mudah dipahami
b. Gunakan kata yang spesifik dan kontekstual
c. Pilih kata yang paling kuat diantara pilihan diksi yang ada
d. Lebih baik, tekankan pada penggunakaan kata yang positif daripada sebaliknya
e. Hindari penggunaaan diksi yang tinggi secara berlebihan
f. Juga hindari diksi yang terlalu jadul

Menyusun kalimat topik dalam sebuah paragraf
Membuat outline dalam bentuk ceklist/penomoran : Pendahuluan, isi, dan penutup.
 Dari pendahuluan sudah ditentukan apa yang akan dibahas (thesis statement). Thesis statement/poin yang akan dibahas dijadikan controlling ide pada setiap kalimat topik. Diakhiri dengan menyimpulkan semuanya.






Wednesday, April 8, 2020

TOJTRP dalam menulis bersama P Akbar Zainudin

RESUME KELAS MENULIS ONLINE BERSAMA OM JAY
Minggu, 5 April 2020
19.00 - 21.00


PERHATIKAN MANAJEMEN ANDA DALAM MENULIS !

  Bersama : Pak Akbar Zainudin
Penulis buku Man Jadda Wajada.





Dalam imajinasi saya, Pak Akbar adalah sosok muda yang ulet, kreatif, dan berhasil. Bagaimana tidak, di umur beliau yang sekarang, beliau telah menjadi seorang penulis sukses dan telah berhasil berkeliling dunia dengan bukunya tersebut.

Tentu saja kesuksesan beliau tidak lepas dari kerja keras dan keuletan yang pantang menyerah dalam menulis hingga menelurkan buku. Prestasi yang patut dilirik untuk dicopy kiat suksesnya.

Pada malam itu, Om Jay berhasil mengundang Pak Akbar untuk menjadi narasumber dalam Group Belajar Menulis Gelombang 8 pada hari Minggu, 5 April 2020 pada pukul 19.00 - 21.30. SOSOK SUKSES YANG TIADA PELIT UNTUK BERBAGI.. 

"Saya akan ngobrol tentang proses penulisan buku mulai dari ide sampai ke penerbit. Penekanan ada pada langkah menyerahkan naskah ke penerbit", ungkap Pak Akbar dalam membuka materi. 

Selanjutnya, dalam video yang beliau share lewat  https://youtu.be/Pvq2dqyWNcQ, bahwa ada enam langkah menerbitkan buku yang saya singkat menjadi TOJTRP.

Penjelasannya sebagai berikut:
  • TEMA          : Gambaran apa yang akan kita tulis
  • OUTLINE    : Gambaran besar buku (Daftar Isi)
  • JADWAL     : Perencanaan target waktu
  • TULISKAN : Disiplin menulis draft menepati jadwal yang telah ditentukan
  • REVISI        : Setelah penulisan draft semua selesai, revisilah data dan informasi, tata Bahasa, 
                           gaya Bahasa, dan judul
  • PENERBIT  : serahkan pada penerbit, setelah mengetahui gaya selingkung dan syarat-syarat                            lain. 

Dalam sesi tanya jawab, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Beberapa pertanyaan terangkum sebagai berikut.

Dalam menulis, Pak Akbar berpesan agar sebaiknya kita mengarah pada satu tema saja untuk mewujudkan personal branding. Boleh saja 2 atau 3 tema, masih ada keterkaitannya.
Tema buku ada yang "abadi" dan seasonal. Tema abadi misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Tema-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Sedangkan buku untuk season tertentu msalnya ketika akan ada Pemilu maka buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan.


 Dalam membuat Outlilne, kita harus membedakan antara naskah Fiksi dan Non Fiksi. 
Outline naskah fiksi sebagai berikut:
  1. Tokoh
  2. Karakter tiap tokoh
  3. Alur atau plot cerita
  4. Klimaks dan ending cerita 

Sedangkan naskah Non Fiksi memiliki outline seperti berikut:
  1. Opening/pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan.
  2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick)
  3. Kesimpulan dan Penutup
Outline merupakan gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Jika outline berubah, maka jadwal penulisannya juga ikut dirubah. 
Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline, kita meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya ide tulisan.

Ketika kita mengatur daftar isi dan jadwal, maka kita telah memiliki target menulis, misalnya satu minggu satu artikel. Jika ditengah jalan tergoda untuk memikirkan satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar.
Yang terpenting tetap fokus pada target

Menulis adalah keterampilan, semakin sering dilatih maka hasilnya akan semakin bagus. Pak Akbar sudah hampir 30 tahun menulis sejak beliau kelas 2 SMP. Dengan meluangkan waktu 50 - 60 menit dalam sehari untuk menulis, maka kita secara tidak sadar akan memiliki kualitas tulisan yang bagus. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam.Yang penting, konsisten SETIAP HARI.
Kendala yang paling besar bagi penulis pemula adalah rasa malas. Kita bisa mencoba melawan rasa malas dengan terus berlatih. Pasti tulisan kita akan jauh lebih baik diwaktu setahun mendatang.

Menulis itu:..
  1. Yang paling dikuasai
  2. Yang paling disenangi

 Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress.

Dalam menulis judul, Pak Akbar membagi tips agar judul menjadi menarik:
  1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian" dan sebagainya.
  2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
  3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul

Setelah selesai proses pengeditan, maka naskah buku kita serahkan pada penerbit. Naskah yang telah masuk ke penerbit, ada yang dikembalikan ada yang tidak. hal tersebut akan diberitahukan baik melalui email maupun telepon.
Jika naskah ditolak, perlu langkah revisi lagi, lalu kirimkan lagi ke penerbit yang sama atau penerbit yang lain. Pertimbangan utama penilakan naskah oleh penerbit adalah bisnis, bukunya laku atau tidak. Dengan ketidaktercukupinya segmen pembeli. artinya secara bisnis tidak menguntungkan.

Tidak terasa waktu semakin larut...












Tuesday, April 7, 2020

Menulis Momen Spesial bersama P Munif Chatib


PERTEMUAN KEEMPAT
JUMAT, 3 APRIL 2020


MENULIS MOMEN SPESIAL



bersama Bapak Munif Chatib, Guru Sekolahnya Manusia


Diawal sesi, Pak Munif membagikan link https://youtu.be/-tGJsRRQrV0 bertajuk Menulis Momen Spesial dan file materi “80 Menit di Kelas Neraka”. Peserta diberi waktu 15 menit untuk menikmati video dan membaca file.

Diskusi dilakukan dengan Om Jay selaku moderator. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta melalui WA pribadi Om Jay, dan dijawab satu persatu oleh Pak Munif. 
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, dapat diambil ilmu baru tentang Menulis di Momen Spesial sebagai berikut.



Banyak kejadian yang terjadi disekitar kita, jika kita menulisnya tentu tidak terbatas pena yang dihabiskan. Keinginan menulis inilah yang menjadi kendala utama bagi seseorang untuk menjadi penulis. Padahal, ada kata bijak mengatakan bahwa MENULISLAH WALAUPUN SEDIKIT UNTUK MEMBERI MANFAAT PADA ORANG LAIN. Jadi yang paling penting adalah NIAT dulu ya...

Adapula diantara kita yang memiliki kebingungan harus menulis yang mana dulu dari banyak hal akan kita tulis. dalam keadaan ini, Pak Munif memberikan trik agar tidak bingung menentukan nulis yang mana dulu, yaitu dengan mengumpulkan kejadian-kejadian dalam kalimat pendek lalu menulisnya satu per satu. Menulisnya kita mulai dari yang mudah dulu.



Menurut Pak Munif, kejadian disekitar guru yang bisa dijadikan TEMA  momen spesial adalah relasi dengan siswa dan proses belajar. Untuk mendapatkan momen spesial, relasi yang dibangun oleh seorang guru dengan anak didiknya adalah menjalankan peran sebagai guru, orang tua, dan sahabat. Sedangkan dalam proses pembelajaran, guru bisa mempraktikkan kegiatan pembelajaran dengan kegiatan awal dan kegiatan penutup yang keren. 

Jika kita belum sempat untuk seketika menulis, maka abadikan kejadian momen spesial tersebut dalam foto atau coretan-coretan sekenanya dulu. Jika suatu saat kita senggang dan ingat dengan kejadian tersebut, kita bisa membuka kembali dokumen-dokumen tersebut. 


Untuk menulis momen spesial yang mengalir dengan lancar, kita bisa melakukan tiga langkah berikut ini: pertama kita  mempunyai frase momen spesial yang bisa diambil dari kejadian-kejadian diatas.  Langkah yang kedua  adalah mengembangkan frase tersebut dengan menulis secara bebas, Tulisan bebsa bisa kita awali dengan  mengidentifikasi dulu masalah yang ada, kemudian mencari penyebab masalah tersebut. Kita juga harus mencari dampak dari masalah tersebut. Akhirnya kita tentukan hikmah dari kejadian/masalah yang terjadi itu. Dan langkah yang terakhir barulah kita edit pelan-pelan.

Diakhir menulis, kegiatan yang dilakukan adalah menentukan judul. Kunci membuat judul adalah ketika sekali dibaca, maka akan timbul pertanyaan dalam benak pembaca. Berbeda dengan tulisan. Sebuah tulisan yang bagus adalah ketika isi tulisan itu dibaca, malah pembaca dapat hikmah positif dari tulisan tsb.

Selanjutnya,
Mari menulis..... 
-          
-          


Friday, April 3, 2020

Mencari Ide dalam Menulis bersama P Agus Sampurno

RESUME KELAS MENULIS ONLINE BERSAMA OM JAY
31 MARET 2020
19.00 – 21.00


MENCARI IDE DALAM MENULIS

Narasumber: BAPAK AGUS SAMPURNO
http://gurukreatif.wordpress.com
Putera Sampoerna Foundation


Diawal pertemuan, Pak Agus mengajak peserta untuk membaca sebuah artikel dalam https://www.kompasiana.com/indracharismiadji7513/5e789433097f365d9b0ab072/panduan-awal-mendesain-pembelajaran-dalam-jaringan-daring.

Selanjutnya, Pak Agus menjelaskan bahwa dalam membuat tulisan dimanapun tidak lepas dari cara menarik perhatian, terutama dalam blog. Dalam membuat blog, sangatlah mungkin penulis terinspirasi dari tulisan orang lain. Hal ini untuk membuat penulis berpikir bahwa menulis itu mudah.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam membuat judul, tulisan yang paling manjur menggunakan beberapa kata yang bisa mengendalikan pikiran pembaca (persuasive words that controls minds):
1. You (anda)
2. Free (bebas)
3. New (baru)
4. Now (saat ini/sekarang)
5. Secret (rahasia)

Terinspirasi dari 5 kata diatas, Pak Agus memberikan contoh judul sebagai berikut:
1. 5 cara  agar ANDA menjadi guru handal dalam mengajar secara online
2. Solusi pembelajaran daring BEBAS stress
3. 5 (lima) aplikasi BARU untuk mengajar online
4. Aplikasi online yang anda bisa mulai SEKARANG gunakan untuk mengajar secara daring
5. RAHASIA menjadi guru sukses mengajar secara daring

Dalam waktu yang singkat, Pak Agus memberikan contoh  Pengembangan dari judul diatas. Beliau mengambil judul pertama, 5 cara  agar ANDA menjadi guru handal dalam mengajar secara online.

Paragraf pembuka:
Dalam era wabah Covid 19 ini semua guru ada didalam keterpaksaan. Semua keluar dari zona nyaman untuk menjadi bisa dan mampu menghtarkan pembelajaran jarak jauh atau distance learning.

Paragraf Inti
Dalam menjawab tantangan ini, guru mesti memaksa dirinya agar bisa sukses dan belajar dari pengalaman. Berikut ini adalah 5 hal yang mesti dilakukan guru agar dirinya handal dalam berpraktik sebagai guru jarak jauh: (1) membuat tugas kepada siswanya dengan simple saja. Simple bukan berarti gampangatau terlalu mudah. Simple disini berarti siswa tidak mulai dengan hal yang sama sekali baru, guru bisa mulai tugas yang pernah siswa lakukan dan sedikit modifikasi. (2) membuat jadwal atau calendar mingguan. Dalam seminggu siswa mesti tahu ia akan belajar apadan menghasilkan produk apa. Hal ini jug acara guru menghargai orang tua siswa yang telah membantu siswa dirumah. Dengan memberikan gambaran mingguan artinya guru memberikan napas bagi orang tua dirumah tenggat waktu dan pikiran dalam mengerjakan. (3) berani memodifikasi kurikulum. Terapkan prinsip merdeka belajarberikan tugas yang diluar kebiasaan namun menantang siswa. Membuat vlog misalnya, anak pasti senang. (4) tetap menajdi guru. Jangan karena mediumnya berbeda maka dalam diskusi dengan siswa, anda jadi terlalu cair atau bahkan terlalu tegang. Tetaplah jadi guru yang tegas tapir amah saat melakukan pembelajaran online. (5) ingat bahwa isi atau konten pembelajaran anda bisa darimana saja. Variasikan sumber belajar maka kelas online anda akan menarik. Jika sumber belajar anda beragam, jangan terkejut jika siswa juga akan kreatif dalam menuangkan hasil belajarnya. Bisa lewat peta pikiran, vlog, blog atau infographic

Paragraf Penutup
Dalam mengajar, aspek komuniaksi tetap nomor satu. Tempatkan diri anda pada diri siswa, misalnya tidak semua siswa punya dukungan yang sama dari orang tua siswa. Untuk itu ada baiknya selalu mnegecek bagaimana siswa mengerjakan tugasnya selama pembelajaran dengan tipe online ini.


Pada sesi tanya jawab, Pak Agus memberi beberapa informasi yang ditanyakan oleh peserta. beberapa nformasi tersebut antara lain:

  1. Keterkaitan antar paragraf dalam tulisan bisa sebagai berikut: Paragraph pembuka menuliskan fenomena, Paragraph inti menuliskan isi inti tulisan, Paragraph penutup menuliskan ajakan.
  2. Dasar menulis itu untuk menginspirasi orang lain. Namun bisa saja sebuah tulisan sifatnya mengulas wacana, kalau tipe ini penulis di media. Sementara untuk blog semakin menginspirasi maka akan semakin dilirik.


Di akhir sesi, Pak Agus memberikan TUGAS, memilih salah satu dari lima judul yang dicontohkan diatas dan  dianggap paling mudah oleh peserta.





PROGRAM BUDIDAYA JAHE MERAH MEDIA CHOCOPEAT

  PROGRAM BUDIDAYA JAHE MERAH MEDIA CHOCOPEAT Oleh: Wiji Indayati –SMP Negeri 3 Sumbermanjing Wetan CGP Angkatan 2 Kabupaten Malang   ...